Perjalanan agama dan ilmu pengetahuan dalam membangun peradaban manusia.
Sebagaimana kita ketahui bahwa tujuan turunnya agama atau keyakinan bertujuan untuk dapat membentuk kelayakan peradaban manusia di muka bumi.
Namun sebagian orang masih memandang tujuan agama hanya bersifat imajiner yg dikaitkan dengan hari esok seakan agama tidak memiliki peran dalam kehidupan saat ini.
Di lain sisi agama masih dikenal hanya pada bagian ritus2 yg berlaku didalamnya, sedangkan agama memiliki pesan yg sangat luas bagi kehidupan manusia di muka bumi.
Pandangan2 yg salah tentang agama membuat agama makin jauh dari tujuan.
Dalam sejarah kemajuan peradaban manusia tak dapat dielakan bahwa ilmu pengetahuan membawa peran penting hingga menghantarkan peradaban tsb di masa ini.
Begitu berharganya ilmu pengetahuan sehingga mampu memberikan peran mempermudah manusia mencapai sebuah peradaban yg lebih maju dan gemilang.
Namun Apakah agama dan ilmu pengetahuan saling mengisi atau justru saling bertentangan satu sama lain.
Untuk membahas hal tsb maka perlu kiranya kita mengetahui perannya masing pada kehidupan manusia.
Diantara peran2 tsb adalah :
-Ilmu pengetahuan memberi kekuatan akal pikiran manusia sedangkan agama memberi rasa kedamaian cinta.
-ilmu pengetahuan memberi revolusi lahiriah (material) sedangkan agama berperan merevolusi batiniah (spiritual).
-ilmu pengetahuan menghiasi manusia pada akal pikirannya sedangkan agama memperindah jiwa perasaannya.
Pada masa ini baru disadari para pendidik saintisme (murni pendidikan ilmiah) bahwa mereka tak dapat mencetak manusia secara utuh.
Dimana secara akal pikiran mereka telah mengalami kemajuan intelektual namun sisi batin jiwa mereka justru mengalami kemunduran bahkan kehampaan.
Manusia2 modern tercetak sbg manusia yg mengalami keresahan dalam menjalani hidup mereka meskipun segala fasilitas pendukung hidup pada peradaban ini telah mampu mereka raih.
Amat di sayangkan dg ilmu pengetahuan yg telah makin berkembang saat ini justru mengalami banyak kerusakan.
Kerusakan sebuah peradaban saat ini di akibat kan oleh hilangnya idealisme manusia yg membawa pada nilai kepuasan batin manusia.
Manusia hanya di pacu pada ilmu2 pendidkan teknik dan mekanik hgg melupakan ilmu2 yg mampu menghidupkan jiwa manusia (filsafat, seni maupun sastra) krn ilmu2 tsb telah dianggap tidak membawa nilai2 komersial.
Maka tak dapat disalahkan bila mereka merasakan kekeringan dan keresahan jiwa krn sesungguhnya melalui ilmu2 tsb yg mampu mengisi tuntutan jiwa manusia.
Tuntutan ini telah menjadi fitrah dasar bagian dari kehidupan ruh manusia yaitu fitrah berada pada kedamaian, ketentraman, kebahagiaan.
Di lain sisi agama hanya dikenal pada dokma2 tegas hingga memberi efek ketekucilan manusia seakan agama tak memiliki peran damai.
Belum lagi pihak2 yg menggunakan agama sebagai senjata kepentingan politis maupun ekonomi.
Di masa lalu ilmu pengetahuan digunakan sbg sarana pemenuhan kebutuhan batin.
Ia digunakan sbg jalan mencari jawaban tujuan kehidupan serta penciptaan alam semesta.
Namun saat ini ilmu pengetahuan hanya digunakan pada sisi nilai2 tujuan komersialis saja sehingga pengetahuan bagai kehilangan ruh.
Ia tadinya mampu bergerak membawa pada perbaikan peradaban kehidupan sosial manusia namun saat ini justru manusia tercetak menjadi manusia2 individualis.
Di masa ini agama berperan utk mampu mencoba utk menyadarkan dan membenahi pemikiran manusia ttg hal itu.
Agama saat ini dituntut utk mampu mengaplikasikan tujuan pada penyuburan kembali pembenahan kekeringan jiwa manusia modern dan mampu meredam unsur egoisme dan individualisme.
Agama haruslah mampu memberi pesan cinta dan perdamaian di tengah gejolak jiwa manusia saat ini.
Peran ilmu pengetahuan dan agama menjadi satu kesatuan kebutuhan manusia utk melangsungkan pembangun peradaban mereka sehingga tak dapat dipisahkan satu sama lain dimana keduanya memiliki peran masing2 pada diri manusia.
Ilmu pengetahuan tanpa agama bagaikan sebilah pisau tajam di tangan seseorang ,maka ia akan berfungsi sebagaimana kebijakan orang tersebut tersebut.
Patut diakui bahwa dibidang2 tertentu ilmu pengetahuan mampu membawa pada kemajuan kehidupan manusia secara fisik namun di bidang yg lain dimana terkait dg hubungan sosial, politik masih mengalami kekacauan.
Saat ini di benua2 yg memiliki kecanggihan ilmu pengetahuan masyarakatnya mulai berpikir kembali dan mulai mencari kembali peran yg mampu memberi kedamaian dalam jiwa mereka.
Orang mulai mempertanyakan kembali fungsi agama dan mencoba memandang agama dengan pandangan yg lebih luas dan mempelajari pada sisi substansi yg dikandung dalam tujuan agama yaitu kedamaian cinta.
Era saat ini adalah gerbang kesadaran menuju perjalanan era kesadaran manusia.
No comments:
Post a Comment