Hidup atau kehidupan bagaikan sebuah perjalanan adalah menjadi bait kalimat syair yg indah dan sangat kita amini bahwa memang seperti itulah kenyataan adanya.
Bukanlah hal yang salah bila sebentar kita renungkan tentang hal itu.
Namun sebagian besar kita hanya mampu mendendangkan atau hanya sepintas lalu memperdengarkan bait kalimat syair seperti itu tanpa mencoba sesekali merenungkan lebih dalam makna yg terkandung di dalam kalimat tsb apalagi mau utk mengurai kalimat tsb.
Saat ini saya tidak ingin utk menggiring apalagi utk menggurui bahkan saya secara pribadi ingin mencoba bersama-sama merenungkan akan hal itu terlepas benar atau salah.
Saya tidak berada dalam kapasitas sebagai seseorang yg bijak berilmu apalagi mampu memberi bimbingan kepada pembaca.
Saya hanyalah makhluk sosial dimana terletak ketergantungan dg yg lain dan tak mungkin mampu terlepas dari kesalahan pada orang lain.
Telah menjadi pertanyaan yg tak pernah tuntas dalam sejarah manusia tentang hidup dan kehidupan.
Manusia yg sadar akan dirinya sesekali bahkan mungkin seringkali menanyakan pada dirinya bahwa siapa diri ini dan utk apa kehidupan ini.
Ini menjadi pertanyaan klasik yg hingga saat ini belum mampu kita jawab dan bahkan sebagian dari kita enggan berupaya utk mencari tau jawabannya dan menganggap adalah sebuah kesia-siaan.
Bukan berarti kehidupan ini terjadi tanpa alasan yang pasti.
Bila kehidupan ini bagaikan perjalanan ,maka selayaknya kita mempertanyakan dari mana mau kemana dan utk apa perjalanan ini dilakukan.
Seringkali jawaban2 yg kita terima berdasarkan apa yg disampaikan orang lain tanpa hasil telaah pribadi.
Kita telah menjadi manusia dewasa dimana setiap apa yg kita temukan selayaknya mampu kita pahami.
Bukan berarti kehidupan ini terjadi tanpa alasan yang pasti.
Bila kehidupan ini bagaikan perjalanan ,maka selayaknya kita mempertanyakan dari mana mau kemana dan utk apa perjalanan ini dilakukan.
Seringkali jawaban2 yg kita terima berdasarkan apa yg disampaikan orang lain tanpa hasil telaah pribadi.
Kita telah menjadi manusia dewasa dimana setiap apa yg kita temukan selayaknya mampu kita pahami.
Sejak kecil kita disuguhkan jawaban2 ttg hal tsb dari orang tua ataupun guru bahwa kehidupan ini karya cipta Tuhan.
Saya pribadi akan memberikan penilaian yg benar akan hal itu begitu pula dg anda dan memang jawaban itu merupakan jawaban yg normatif bagi manusia beragama.
Perlulah bagi kita untuk sesekali merenungkan bukan dalam artian kita meragukan jawab tsb namun lebih pada memperkuat keyakinan kita masing-masing.
Bukankah sebuah keyakinan sejati hanya bisa terbentuk melalui pengetahuan / pembuktian.
Sejak zaman sejarah manusia telah berusaha mengungkap tentang misteri hidup krn kehidupan ini sungguh diluar jangkauan manusia maka ia bagai sebuah misteri yg tiada henti utk di kaji.
Manusia sebagai makhluk ciptaan yg memiliki kemampuan lebih dibanding makhluk2 ciptaan yg lain memiliki sisi yg unik yaitu kemampuan utk berpikir dg anugerah akal yg di miliki.
Inilah bagian diri manusia yg tak mampu di nalar kedahsyatannya.
Bila kita coba pisahkan bagian akal tersebut ,maka ia bagai sisi misterius yg berada diluar jangkauan kita.
Orang sering menyebut bahwa organ aktifitas manusia berada pada bagian otak dimana otak tersebut bagai rangkaian hardware yg berada pd kepala kita.
Kita berkehendak, memandang, berbicara, berjalan dan berbagai macam aktifitas lain di yakini melalui perintah otak kita.
Namun coba kita renungkan lagi bila benar2 otak tsb secara pribadi mampu melakukan hal itu apakah benar saat seseorang meninggal dunia tetap memiliki kemampuan aktifitas tsb.
Suatu hal yg tak mungkin dan itu sebagai bukti bahwa otak kita hanyalah sebuah sarana.
Lalu apal lagi yg ada dibalik otak tsb hingga mampu memiliki kemampuan seperti itu yang jika tanpa nya maka tak ada arti seperangkat otak di dalam kepala kita dan tanpa arti lagi tubuh kita.
Orang menyebutnya ruh sebagai suatu eksistensi yg membawa kesyaratan utk hidupnya makhluk.
Saya pribadi akan memberikan penilaian yg benar akan hal itu begitu pula dg anda dan memang jawaban itu merupakan jawaban yg normatif bagi manusia beragama.
Perlulah bagi kita untuk sesekali merenungkan bukan dalam artian kita meragukan jawab tsb namun lebih pada memperkuat keyakinan kita masing-masing.
Bukankah sebuah keyakinan sejati hanya bisa terbentuk melalui pengetahuan / pembuktian.
Sejak zaman sejarah manusia telah berusaha mengungkap tentang misteri hidup krn kehidupan ini sungguh diluar jangkauan manusia maka ia bagai sebuah misteri yg tiada henti utk di kaji.
Manusia sebagai makhluk ciptaan yg memiliki kemampuan lebih dibanding makhluk2 ciptaan yg lain memiliki sisi yg unik yaitu kemampuan utk berpikir dg anugerah akal yg di miliki.
Inilah bagian diri manusia yg tak mampu di nalar kedahsyatannya.
Bila kita coba pisahkan bagian akal tersebut ,maka ia bagai sisi misterius yg berada diluar jangkauan kita.
Orang sering menyebut bahwa organ aktifitas manusia berada pada bagian otak dimana otak tersebut bagai rangkaian hardware yg berada pd kepala kita.
Kita berkehendak, memandang, berbicara, berjalan dan berbagai macam aktifitas lain di yakini melalui perintah otak kita.
Namun coba kita renungkan lagi bila benar2 otak tsb secara pribadi mampu melakukan hal itu apakah benar saat seseorang meninggal dunia tetap memiliki kemampuan aktifitas tsb.
Suatu hal yg tak mungkin dan itu sebagai bukti bahwa otak kita hanyalah sebuah sarana.
Lalu apal lagi yg ada dibalik otak tsb hingga mampu memiliki kemampuan seperti itu yang jika tanpa nya maka tak ada arti seperangkat otak di dalam kepala kita dan tanpa arti lagi tubuh kita.
Orang menyebutnya ruh sebagai suatu eksistensi yg membawa kesyaratan utk hidupnya makhluk.
Bila kita renungkan lebih dalam ,maka dibalik otak kita tadi ialah yg berkehendak utk melihat, berpikir, mendengar, merasa dll.
Ialah sebuah eksistensi yg tak mampu kita bayangkan bagaimana dan seperti apa namun saat ini ia ada
bersama tubuh kita sehingga anda mampu membaca artikel ini.
Hingga tulisan ini sampai disini, benarkah saat ini mata anda yg melihat benarkah saat ini otak anda yg merasakan kesadaran ini.
Siapa dibalik tubuh anda saat ini dan siapa yg berkehendak atas diri anda utk terus membaca atau menutup artikel ini.
Tak perlu jauh kita mencari bahwa disinilah di dalam diri ini sesungguhnya terdapat sebuah msiteri yg menyertai perjalanan hidup kita saat ini.
Ialah sebuah eksistensi yg tak mampu kita bayangkan bagaimana dan seperti apa namun saat ini ia ada
bersama tubuh kita sehingga anda mampu membaca artikel ini.
Hingga tulisan ini sampai disini, benarkah saat ini mata anda yg melihat benarkah saat ini otak anda yg merasakan kesadaran ini.
Siapa dibalik tubuh anda saat ini dan siapa yg berkehendak atas diri anda utk terus membaca atau menutup artikel ini.
Tak perlu jauh kita mencari bahwa disinilah di dalam diri ini sesungguhnya terdapat sebuah msiteri yg menyertai perjalanan hidup kita saat ini.
No comments:
Post a Comment